Kelebihan dan Kekurangan Mengambil Gap Year

Gap Year

Mengambil Gap Year Istilah Gap Year sudah semakin populer di dunia pendidikan. Berbagai dampak positif maupun negatif dari Gap Year juga sering kali dibicarakan di forum-forum diskusi. Hal tersebut tentu memicu banyak rasa ingin tahu kita tentang apa sebenarnya Gap Year.

Pada artikel kali ini kami akan membahas makna umum dari Gap Year serta dampak positif dan negatifnya. Berikut ini pembahasan lengkapnya.

 Pengertian Gap Year

Mengambil Gap Year

Sumber image: meteamedia.org

Istilah Gap Year diambil dari bahasa Inggris yang artinya tahun jeda. Secara umum Gap Year merupakan kondisi dimana seorang pelajar mengambil waktu jeda untuk tidak dulu melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan.

Hal yang melatarbelakangi pelajar untuk mengambil Gap Year biasanya karena mempertimbangkan berbagai macam faktor. Contohnya saja banyak para pelajar yang memang kurang mampu dari segi ekonomi, sehingga memilih untuk bekerja terlebih dahulu.

Banyak juga pelajar yang mengambil Gap Year karena tidak diterima di perguruan tinggi favorit mereka. Mereka sengaja mengambil jeda satu tahun agar bisa mengikuti ujian masuk di tahun berikutnya.

Memutuskan untuk Gap Year tentu memiliki dampak negatif dan positifnya tersendiri. Jika kamu berniat untuk mengambil Gap Year sebaiknya pertimbangkan baik-baik dampak atau resiko yang akan didapat nanti.

Keuntungan Mengambil Gap Year

Berikut ini beberapa keuntungan yang bisa didapatkan saat memutuskan untuk mengambil Gap Year :

1. Menambah Pengalaman Kerja

Jika mengambil Gap Year karena ingin bekerja terlebih dahulu, ini akan memberikan manfaat tersendiri untuk karir kita ke depan. Kamu bisa mencantumkan pengalaman kerja selama masa Gap Year di CV nantinya. Hal itu akan menjadi nilai plus kamu dibanding teman-teman seangkatan yang belum memiliki pengalaman kerja.

Kamu dapat memilih berbagai pekerjaan untuk lulusan SMA/SMK. Dari paruh waktu ataupun pekerjaan tetap. Jika ingin bekerja sambil belajar atau ikut bimbel persiapan masuk PTN, kamu juga bisa memilih pekerjaan yang fleksibel, sehingga tidak mengganggu jadwal belajar.

2. Mandiri Secara Finansial

Jika kamu memilih Gap Year sambil kerja, tentunya dapat membuat mandiri secara finansial. Saat teman-teman seangkatan masih bergantung dengan orangtua mereka untuk memenuhi segala kebutuhan hidup, kamu sudah selangkah lebih maju.

Memiliki penghasilan sendiri juga dapat melatih manajemen keuanganmu. Segala kebutuhan yang kamu inginkan juga bisa langsung dibeli, tanpa menunggu persetujuan orangtua terlebih dahulu.

Lebih bagus lagi jika mampu membuka usaha sendiri. Hal tersebut akan membantu banyak orang yang juga membutuhkan pekerjaan. Membuka usaha sejak muda juga bisa mengasah mental wirausaha sejak dini.

Tak ada salahnya untuk mencoba membuka usaha. Jangan sampai karena takut gagal dalam berbisnis kamu tidak mau mencoba berwirausaha.

3. Meningkatkan soft skill

Memilih bekerja pada masa Gap Year juga bisa meningkatkan soft skill. Skill yang didapat saat bekerja dalam masa Gap Year  juga akan sangat bermanfaat untuk karir setelah kuliah nanti.

Kamu juga bisa menambah dan meningkatkan skill yang selama ini dimiliki. Misalnya saja dengan mengikuti kursus komputer selama satu tahun, kursus desain grafis, dan lain sebagainya. Hal ini tentunya membuat masa Gap Year lebih bermanfaat dan bernilai positif.

4. Mendapatkan Jurusan Kuliah sesuai Passion

Banyak pelajar yang tidak diterima di PTN akhirnya memutuskan berkuliah di PTS. Bahkan tak jarang yang mengambil jurusan yang bukan passion mereka karena gagal dalam ujian masuk. Dengan memutuskan Gap Year, pelajar akan memiliki kesempatan lagi dalam memilih perguruan tinggi favorit mereka.

Mengambil jurusan sesuai passion biasanya menjadi motivasi Gap Year yan paling tinggi. Berkuliah sesuai dengan jurusan yang diminati dan di kampus yang diimpikan tentu akan menjadi kebahagiaan tersendiri.

Memilih jurusan sesuai passion juga membuat kita semangat dalam pembelajaran di kampus nanti. Hasilnya prestasi yang bagus juga bisa diraih.

Kamu juga masih bisa mengajukan beasiswa. Banyak kampus yang juga menyediakan beasiswa untuk Gap Year. Asalkan kamu berprestasi mendapatkan beasiswa bukanlah hal yang sulit.

Kekurangan Mengambil Gap Year

Selain memiliki banyak keuntungan, Gap Year juga memiliki sisi negatif yang perlu kamu pertimbangkan dengan baik. Diantaranya seperti yang akan diulas di bawah ini.

 Tertinggal Satu Langkah Dengan Teman Seangkatan

Jika kamu memutuskan untuk jeda selama satu tahun, teman-teman seangkatan biasanya akan lebih dulu lulus kuliah. Tak jarang kamu akan menjadi junior teman seangkatan sendiri.

Meskipun bisa saja kamu cepat lulus kuliah atau teman seangkatan harus mengulang beberapa mata kuliah. Sehingga kamu bisa mengejar ketertinggalan

Jika kamu tidak khawatir akan tertinggal dari teman-teman seangkatan tak ada salahnya untuk mengambil Gap Year. Jadi sebelum memutuskan untuk mengambil Gap Year, pertimbangkanlah baik-baik.

Mendapat Pandangan Negatif dari Lingkungan Sekitar

Terkadang jika kita tidak bekerja ataupun kuliah, pandangan pengangguran akan melekat pada kita. Meskipun kita menggunakan masa Gap Year dengan belajar di bimbel atau belajar secara otodidak. Namun tanggapan miring tak bisa kita hindari.

Sebaiknya kita menggunakan masa Gap Year dengan benar-benar memanfaatkannya untuk hal-hal positif , belajar dengan giat ataupun bekerja.

Jangan sampai masa Gap Year tidak ada kegiatan produktif sama sekali. Bahkan hanya digunakan untuk bersenang-senang atau menghabiskan uang yang tak jelas.

Masa Gap year juga bukan waktu untuk bersantai, tapi itu adalah waktu kita untuk belajar lebih giat lagi dan menambah pengalaman kerja.

Penutup

Itulah tadi sekilas tentang kelebihan dan kekurangan yang bisa diperoleh jika mengambil Gap Year. Semua keputusan tentu diberikan kepada kamu seutuhnya. Tentunya dengan menimbang manfaat, resiko, biaya, dan juga waktu. Semoga artikel ini bermanfaat.

Editor: | Update: Maret 15, 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.