Apa Saja Instrumen Investasi Kekinian yang Dilirik Milenial?

instrumen investasi

Kegiatan berinvestasi sudah lama digalakkan oleh banyak orang, namun bedanya, bila zaman dulu investasi dilakukan untuk menabung demi persiapan masa tua, kini ragam instrumen investasi dilakukan sebagai ladang bisnis untuk mendapatkan passive income.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal yang dilakukan pada suatu perusahaan maupun proyek dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Dan menurut OJK atau Otoritas Jasa Keuangan, investasi merupakan kegiatan penanaman modal yang biasanya dilakukan dalam jangka waktu panjang, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dengan pengadaan aktiva tetap atau pembelian saham dan surat berharga lainnya.

Secara garis besar, investasi sendiri adalah kegiatan yang menempatkan modal, baik itu berupa uang maupun aset berharga lainya ke dalam lembaga, benda, atau pihak yang berwenang.

Dengan tujuan Anda sebagai pemodal atau biasa disebut investor nantinya akan mendapatkan keuntungan dalam kurun waktu yang umumnya sudah ditentukan.

Pengertian Instrumen Investasi

Dilansir dari laman wartaekonomi.com, pengertian instrumen investasi yaitu media atau tempat bagi para pelaku usaha maupun individu untuk melindungi aset yang mereka punya.

Instrumen investasi sendiri ada banyak sekali model dan jenisnya, mulai dari investasi properti sampai dengan investasi hewan, semua dilakukan sesuai kebutuhan yang diinginkan.

Lalu, apa saja investasi kekinian yang banyak dilakukan? Sebelumnya cek dulu jenis-jenis investasi berikut dengan kelebihan dan kekurangannya di bawah ini!

Beberapa Jenis Investasi

Untuk jenis-jenis dari investasi sendiri ada beragam, diantaranya adalah :

  • Investasi Properti
  • Investasi Emas
  • Investasi Saham
  • Investasi Reksa Dana
  • Investasi Valuta Asing
  • Investasi Obligasi
  • Investasi Berlian
  • Investasi Hewan Ternak
  • Investasi Kendaraan Bermotor
  • Investasi Barang-barang Tua
  • Dan masih banyak lagi.

Namun bila dilihat dari jangka waktunya, jenis investasi dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Investasi Jangka Pendek

Yang merupakan jenis investasi dimana Anda akan mendapatkan keuntungan dalam waktu kurang dari tiga tahun. Dan nantinya bisa langsung Anda konversikan dengan uang atau dapat dijual kembali.

Dan umumnya investasi jangka pendek ini dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan yang ada dalam waktu dekat, misalnya untuk persiapan anak sekolah, atau persiapan untuk menikah.

Adapun contoh dari investasi jangka pendek adalah pasar saham, sertifikat deposito, serta obligasi jangka pendek.

Investasi Jangka Panjang

Selanjutnya ada juga investasi jangka panjang, yakni investasi yang dilakukan dalam jangka waktu lebih panjang untuk mendapatkan keuntungan.

Umumnya investasi jangka panjang baru bisa Anda rasakan setelah lima tahun, belasan sampai puluhan tahun, dan yang jelas hasil yang didapat dari jenis investasi ini juga lebih besar dibandingkan dengan investasi jangka pendek.

Investasi jangka panjang sangat cocok untuk Anda yang ingin menyiapkan tabungan masa depan, misalnya seperti pendidikan anak, dana untuk pensiun, dan lainnya.

Contoh dari investasi jangka panjang adalah investasi emas, investasi berlian, investasi properti, dan investasi hewan ternak.

Jenis Instrumen Investasi Kekinian Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Zaman sudah semakin berkembang, maka jenis dari investasi pun ikut berkembang mengikuti alurnya, dan jenis investasi sebenarnya tidak berbeda dengan sebelumnya, namun pada pelaksanaannya yang membuat jenis investasi menjadi berbeda.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bila investasi dulu dilakukan untuk menabung persiapan masa, maka saat ini investasi dilakukan sebagai ladang bisnis demi mendapatkan keuntungan ganda berupa passive income.

Adapun jenis instrumen investasi kekinian yang banyak dipilih kaum milenial adalah investasi properti.

Jenis investasi ini juga tidak hanya ada satu saja, tetapi ada banyak. Dari namanya yang berupa properti, berarti instrumen yang ada didalamnya adalah berupa rumah, tanah, apartemen, ruko atau rumah toko, dan kos-kosan.

Kelebihan dari Jenis Investasi Properti

Berikut dibawah ini kami paparkan kelebihan dari investasi properti.

1. Harga properti yang selalu naik setiap tahunnya

Salah satu keuntungan atau kelebihan dari investasi properti adalah nilainya yang selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.

Hal tersebut disebabkan oleh kebutuhan akan properti selalu meningkat sesuai dengan permintaannya yang juga selalu meningkat.

Menariknya harga dari properti juga sudah melebihi kenaikan inflasi. Jadi kalau Anda jadikan sebagai investasi jangka panjang bisa sangat menguntungkan.

2. Bisa dijadikan sebagai passive income

Menariknya investasi jenis properti juga bisa Anda jadikan sebagai ladang bisnis. Salah satu caranya adalah dengan menyewakan produk properti Anda, misalnya rumah sebagai kontrakan, menyewakan apartemen, menjadi kos-kosan, ruko yang disewa untuk usaha, dan tanah disewakan untuk bangunan.

3. Merupakan investasi jangka panjang yang menguntungkan

Dibandingkan dengan investasi jenis lainnya, investasi jenis ini dianggap paling aman untuk dijadikan investasi jangka panjang. Melihat nilainya yang terus meningkat dari waktu ke waktu, maka jangan heran kalau investasi properti banyak menjadi incaran.

Kekurangan dari Investasi Properti

Segala sesuatu didunia ini tidak ada yang sempurna setiap ada kelebihan disitu juga terdapat kekurangannya, berikut penjelasan mengenai kekurangan investasi properti.

1. Sulit untuk dijual cepat

Dibalik kelebihan maka ada kekurangan yang harus Anda persiapkan. Begitu juga dengan properti, yang menjadi investasi yang sulit untuk dijual dalam jangka waktu dekat.

Anda harus bersabar untuk menjual produk properti, karena berbeda dengan produk investasi emas ataupun saham, menunggu pembeli yang ingin membeli produk properti Anda harus pintar dalam mempromosikannya.

2. Butuh modal yang besar

Namanya juga properti, jadi saat Anda memutuskan untuk berinvestasi pada jenis investasi ini maka Anda harus menyiapkan modal yang cukup besar.

Modalnya sendiri pun bisa Anda dapatkan dari kantong pribadi atau pinjaman. Dan yang pasti Anda harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan agar pinjaman dana bisa cair.

3. Perawatan dengan biaya yang mahal

Saat Anda ingin berinvestasi properti, maka Anda juga harus siap dengan modal untuk digunakan sebagai biaya perawatan, tentu biaya perawatan yang dikeluarkan tidak sedikit, karena Anda harus siap dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi pada perangkat properti.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk ikut terjun ke dunia investasi? Investasi jenis apa yang ingin Anda lakukan? Yang pasti pilih instrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan yah. Selamat mencoba!

Editor: | Update: Juli 24, 2023